- Rahmadani
- Amuntai, Kalimantan Selatan, Indonesia
- Rahmadani, lahir di Paringin, 21 Maret 1991. Saat ini melanjutkan studi di Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil. Aktif sebagai Anggota di Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Selatan pada Departemen Pengembangan Intelektual. Puisi - puisinya dipublikasikan di harian Banjarmasin Post. Selain giat menulis dan aktif di sanggar seni, juga aktif di berbagai organisasi di dalam dan di luar kampus, serta masih terdaftar sebagai anggota Marching Band BAPDC (Bhara Agung Pradana Corps)di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Showing posts sorted by relevance for query Tak Ada Yang Tak Mungkin. Sort by date Show all posts
Tak Ada Yang Tak Mungkin
1:23 AM
Kau sudah tahu,
Siapa dirimu?
Kau tahu siapa Dia?
Siapa Empumu
Siapa Instrukturmu
Di dataran ini tak ada yang tak mungkin
Jangan ya Kau sok!
Dengan sedikit kelebihan - kelebihanmu
Karena kelebihan itu,
yang buat Kau mati
Mati…..
Mati…..
Matilah Kau!
Semua karena kepala besar itu
Kepala yang angkuh
Hey, Tak ada yang tak mungkin sobat
Jika Kau tak ingin
dengan persiapan
yang akhirnya sia - sia
Siapa dirimu?
Kau tahu siapa Dia?
Siapa Empumu
Siapa Instrukturmu
Di dataran ini tak ada yang tak mungkin
Jangan ya Kau sok!
Dengan sedikit kelebihan - kelebihanmu
Karena kelebihan itu,
yang buat Kau mati
Mati…..
Mati…..
Matilah Kau!
Semua karena kepala besar itu
Kepala yang angkuh
Hey, Tak ada yang tak mungkin sobat
Jika Kau tak ingin
dengan persiapan
yang akhirnya sia - sia
Banjang, 21 Maret ‘08
Rahmadani
Menunggu Yang Tak Mungkin Kembali
1:26 AM
Malam ini tak mungkin gembira,
Karena sang Pengembala tak kunjung kembali
Malam pun semakin larut
Dan tak ditemani satupun bintang - bintang
yang selalu brgembira untuknya.
Sang Surya pun ikut tertawa bersama nirwana
yang mulai melambaikan tangannya
sebagai tanda perpisahan
Hidup ini indah kawan,
Namun hanya sesaat
Apa arti hidup dan apa arti kembali hidup
Aku pun tak tahu?
Semua terserak padamu
Apa arti dari hidupmu
Namun kita tidak boleh putus berharap
Karena bagaimanapun harapan itu masih ada, Meskipun tak mungkin kembali
Karena sang Pengembala tak kunjung kembali
Malam pun semakin larut
Dan tak ditemani satupun bintang - bintang
yang selalu brgembira untuknya.
Sang Surya pun ikut tertawa bersama nirwana
yang mulai melambaikan tangannya
sebagai tanda perpisahan
Hidup ini indah kawan,
Namun hanya sesaat
Apa arti hidup dan apa arti kembali hidup
Aku pun tak tahu?
Semua terserak padamu
Apa arti dari hidupmu
Namun kita tidak boleh putus berharap
Karena bagaimanapun harapan itu masih ada, Meskipun tak mungkin kembali
Martapura, 27 Juni ‘08
Rahmadani
Rahasia Diri
1:32 AM
Mata sendu sambil memegangi pena
Dia pun tersenyum dan tertawa
andaikan harinya itu sangat bahagia
Sambil merobek dan menghancurkan segala apa yang ada di sekitarnya
itu jika dia benci
dan
Meneteskan air matanya yang bening
di saat dia bersedih
Manusia memang tak ada bedanya di dunia ini dengan sebutir debu di jalanan
Karena di mata-Nya tak mungkin ada rahasia
Namun kita bisa menjaga rahasia itu bersama-Nya
Akankah kita mampu menjaga rahasia orang lain
Jikalau kita pun tidak bisa menjaga rahasia kita sendiri
Camkan itu …
Dia pun tersenyum dan tertawa
andaikan harinya itu sangat bahagia
Sambil merobek dan menghancurkan segala apa yang ada di sekitarnya
itu jika dia benci
dan
Meneteskan air matanya yang bening
di saat dia bersedih
Manusia memang tak ada bedanya di dunia ini dengan sebutir debu di jalanan
Karena di mata-Nya tak mungkin ada rahasia
Namun kita bisa menjaga rahasia itu bersama-Nya
Akankah kita mampu menjaga rahasia orang lain
Jikalau kita pun tidak bisa menjaga rahasia kita sendiri
Camkan itu …
Amuntai, 17 Januari ‘09
Rahmadani
Dicipta Tak Untuk Mencipta
1:21 AM
“Kadang Ku berpikir,”
Apa yang kita lakukan
Apa yang kita harap
Apa yang kita ingin
Semua bisa terjadi, asal punya angan tinngi
Awas…..
Jangan pikir Kau bisa aksi
buat aksi
pasang aksi
melakukan aski
Hei Kamu…..
Jangan terlalu banyak angan
Mungkin Kau ingin mengedit Dunia
mendelete Dunia
Dengan memasukkan apa otakmu
Asal Kau tahu
Dunia tak kecil
Dunia tak datar
Dunia tak bisa dibayangkan
Karena, Dunia bisa berubah
Dunia bisa teredit
dengan kehendak–Nya
Bukan kehendakmu
“Karena Kau dicipta,
Kau ada,
Untuk Dunia”
Apa yang kita lakukan
Apa yang kita harap
Apa yang kita ingin
Semua bisa terjadi, asal punya angan tinngi
Awas…..
Jangan pikir Kau bisa aksi
buat aksi
pasang aksi
melakukan aski
Hei Kamu…..
Jangan terlalu banyak angan
Mungkin Kau ingin mengedit Dunia
mendelete Dunia
Dengan memasukkan apa otakmu
Asal Kau tahu
Dunia tak kecil
Dunia tak datar
Dunia tak bisa dibayangkan
Karena, Dunia bisa berubah
Dunia bisa teredit
dengan kehendak–Nya
Bukan kehendakmu
“Karena Kau dicipta,
Kau ada,
Untuk Dunia”
Amuntai, 2 Maret ‘08
Rahmadani







